REI: Berbagai Kebijakan Tak Tepat Sasaran!

JAKARTA, RIMANEWS – Realestat Indonesia (REI) mengkritik berbagai kebijakan atau regulasi yang dikeluarkan Pemerintah lantaran tidak sesuai dengan iklim usaha serta fakta di lapangan antara lain memperlambat pasokan perumahan. Tak mengherankan, akibat minimnya dukungan Pemerintah ditambah dengan regulasi yang tambal sulam, membuat angka kekurangan pasokan rumah (backlog) semakin tinggi dari tahun ke tahun. “Kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Perumahan Rakyat, Bank Indonesia, Badan Pertanahan Nasional itu ternyata sulit diterapkan di lapangan, tidak tepat sasaran dan bahkan justru memperlambat pasokan perumahan itu sendiri. Sehingga dalam perspektif kami, persoalan pengembangan pembangunan kawasan perumahan dan permukiman ini semakin menumpuk,” ungkap Ketua Umum DPP REI, Eddy Hussy di Jakarta, Senin (27/1). Oleh sebab itu, berdasarkan amanat Musyawarah Nasional Realestat Indonesia (Munas REI) ke-14 tahun 2013 lalu, kepengurusan DPP REI periode 2013-2016 menyusun program kerja tiga tahun ke depan. Garis besar beberapa program kerja umum REI dalam tiga tahun ke depan diantaranya upaya penerapan regulasi yang pro pertumbuhan, pembiayaan berkelanjutan,sinergi dengan pemangku kebijakan, profesionalisme pengembang menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 dan pengukuhan posisi realestat sebagai lokomotif ekonomi nasional. Menurut dia, setelah menyusun berbagai kajian dan masukan kepada Pemerintah terkait kebijakan pembangunan perumahan dengan menghasilkan buku cetak biru realestat Indonesia, lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia, maka tahun ini REI akan melengkapinya dengan database perumahan nasional.(Juft/RM/Nrc) Baca Juga Presiden Ingin REI Fokus Kejar Kekurangan 11 Juta Rumah Raksasa Internet Jepang Investasi Rp 664 Triliun di Amerika Pemerintah Tetapkan Patokan Harga Ayam Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Ekonomi , kebijakan , Perumahan , REI , Ekonomi , kebijakan , Perumahan , REI , Ekonomi , kebijakan , Perumahan , REI

Sumber: RimaNews