Ical Bakrie Makin Jauh dari Elektabilitas, Kian Merosot. Tidak Populer. Quo Vadis Golkar?

RIMANEWS- Parpol-parpol besar bisa bobrok jika Ketua Umumnya tidak amanah, dan capresnya tidak kredibel dan tak punya elektabilitas cukup, sementara mental korup politinya kian menggila. Itulah dilema Golkar di bawah Aburizal Bakrie, yang disorot banyak pihak. Partai Golkar sangat serius mencari figur yang ideal untuk dijadikan Cawapres pendamping Aburizal Bakrie (Ical). Beberapa nama kader parpol ikut menjadi target Golkar. Namun elektabilitas Ical BAkrie merosot dan melorot tajam. Kelam. Baca Juga Adu Jotos Golkar KPK Tetapkan Anggota DPR Golkar Tersangka Baku Hantam Sesama Kader Golkar, Novanto: Hanya Salah Paham Buntut “Kita Indonesia”: Kronologi Pemukulan Sesama Anggota Golkar Polisi Panggil Yorrys Terkait Pemukulan Fayakhun Andriadi Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan, nama-nama tokoh yang akan diusung sebagai Cawapres Golkar masih ditampung oleh DPP Golkar.Jelas akan sulit bagi Ical untuk nyapres, dia tak populer. Sebab beberapa kader ditingkat pusat hingga daerah telah mengajukan beberapa nama tokoh yang akan dipilih Ical sebagai pendampingnya. “Ada Mahfud MD, Pramono Edhie, Jokowi, Khofifah Indra Parawansah, Soekarwo, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sri Sultan,” ujar Idrus. Namun Isrus lupa bahwa capres Ical Bakrie jelas tidak punya elektabilitas lagi. Akibatnya, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung menilai perlunya ada evaluasi terkait menurunnya elektabilitas partai berlambang pohon beringin itu pada awal tahun 2014. “Masuk awal tahun politik ini turun. Harus evaluasi kenapa bisa turun begitu,” kata Akbar di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta, Sabtu (18/1/2014) Akbar mengatakan, evaluasi tersebut penting untuk mengetahu penyebab turunya elektabilitas Golkar. Sehingga bisa segera mengambil langkah untuk menaikan elektabilitas, disisa waktu sekitar tiga bulan sebelum Pemilu digelar. Ia juga mengakui, adanya kader Golkar yang tersangkut kasus korupsi ikut mempengaruhi tingkat elektabilitas Golkar. Untuk itu, selain evaluasi Golkar juga harus melakukan pembenahan internal partai terutama sikap Golkar menghadapi kasus korupsi terhadap kadernya. “Harus ada pembenahan internal partai dan tunjukkan kepada publik kalau kita punya semangat pembenahan,” tegasnya. Akbar menambahkan, semua struktur partai, dari pusat hingga daerah, juga harus dibenahi. Dan Golkar harus mampu memperlihatkan taglinenya bahwa suara Golkar adalah suara rakyat. [12/rm) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Fokus Isu , golkar , Ical Bakrie , tidak populer , elektabilitas anjlok , Fokus Isu , golkar , Ical Bakrie , tidak populer , elektabilitas anjlok , Fokus Isu , golkar , Ical Bakrie , tidak populer , elektabilitas anjlok

Sumber: RimaNews