Bripka Taufik Tewas Saat Gerebek Sarang Narkoba, IPW: Polisi Ceroboh!

Rimanews – Indonesia Police Watch (IPW) menilai aparat kepolisian bertindak gegabah terkait meninggalnya Bripka Taufik Hidayat saat penggerebekan bandar narkoba di kampung Berlan, Matraman, Jakarta Timur. “Polisi kita dalam melakukan penggerebekan itu ceroboh dan tidak jelas menerapkan SOP. secara tekstual SOP-nya sudah jelas,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Selasa (19/01/2016). Baca Juga Bawa Ekstasi “Hello Kitty”, Mahasiswa Ditangkap Polisi Tangkap Dahulu, Ralat Belakangan Update: Jumlah Penumpang dalam Pesawat Jatuh 13 Orang Tim SAR Temukan Satu Jenazah Korban Pesawat Jatuh Nama-Nama Penumpang Pesawat Polisi yang Jatuh Seharusnya, aparat kepolisian melakukan pemetaan wilayah sebelum melakukan penggerebekan. Selain itu, intelijen polisi melakukan pendataan mengenai kondisi wilayah yang akan digerebek Jika dalam wilayah penggerebekan tingkat bahayanya tinggi, kepolisian harusnya memperbanyak pasukan dan memperlengkapkan diri dengan senjata senjata lengkap. “Kecerobohan dari jajaran kepolisian termasuk pimpinan kepolisian. Kapolda harusnya mereka mengingatkan bahwa harus taat SOP sebelum melakukan penggeledahan. Mereka petakan dulu, intelijen mereka bekerja dulu. Ini menunjukkan bahwa intelijen mereka tidak bekerja maksimal,” jelas Neta. Hal itu, sambung Neta, berbanding terbalik saat aparat kepolisian diminta oleh KPK melakukan pengawalan atas penggerebekan ruang terduga kasus koruptor. Dimana saat penggerebekan, Aparat bersenjata lengkap terlihat gagah dengan senjata laras panjang. “Jadi ketika mereka menggeledah gedung DPR bersenjata lengkap, ketika gerebek sarang narkoba tidak bersenjata lengkap. Kan aneh. Seolah olah-olah lebih berbahaya DPR ketimbang sarang narkoba. Harusnya mereka force menghadapi bandar narkoba dong, bukan hadapi DPR,” Pungkas Neta. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Bripka Taufik , polisi , Peristiwa , Nasional

Sumber: RimaNews