Simeone Pintar, tapi Akan Dikecam Jika Melatih di Inggris

, Jakarta – Pelatih Sunderland, Sam Allardyce, menilai Diego Simeone sebagai pelatih yang cerdas karena mampu mengalahkan tim besar, seperti Barcelona dan Bayern Muenchen. Namun, menurut dia, Simeone pasti akan mendapat kecaman jika melatih di Inggris dan menerapkan permainan seperti yang dilakukannya di Atletico Madrid. “Saya melihat bagaimana Atletico Madrid bermain, bagaimana mereka bertahan melawan tim yang merupakan favorit juara Liga Champions,” ujar Allardyce. “Itu adalah sebuah seni, bertahan, semua orang sudah melupakan itu, itu adalah seni dalam taktik bagaimana mengatasi bahaya dan mencegah umpan silang tanpa membuat pelanggaran. Mereka sangat bagus dalam hal itu.” “Semua tim terlibat saat bertahan. Anda melihat Fernando Torres turun hingga ke pinggir kotak penalti sendiri. Anda tak pernah melihat dia seperti itu saat di Liverpool atau Chelsea. Tapi Anda tak akan bisa melakukan hal itu di Liga Inggris karena Anda akan mendapat kritik lantaran permainan seperti itu tidak menghibur, membosankan, serta terlalu banyak bertahan,” tuturnya. Simeone memang dikenal sebagai pelatih penganut taktik sepak bola negatif. Atletico Madrid sangat jarang memenangi laga dengan margin gol besar. Hal itu tak lepas dari penempatan para pemain Atletico yang sangat banyak pada pertahanan mereka. Fernando Torres cs juga akan cenderung bertahan setelah mendapatkan satu gol. Taktik seperti itu pernah diperagakan Jose Mourinho saat menangani Chelsea. Walhasil, banyak media Inggris juga mengkritik Mourinho. Musim ini, Leicester City memainkan pola yang hampir serupa. Legenda sepak bola Inggris, Garry Lineker, pun menilai permainan Leicester seperti permainan tim divisi III, meskipun mereka berada di puncak klasemen divisi utama. SPORT | FEBRIYAN

Sumber: Tempo.co