Tim Medis Pantau Perkembangan Bocah Korban Penganiayaan

Medan – Kepala Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat II Medan, Kombes Pol Farid Amansyah, mengatakan, pihak medis masih memantau setiap saat perkembangan MD selama menjalani perawatan akibat disiram air panas oleh orangtua angkatnya di Jalan Sidomulyo, Dusun VI A, Pasar 7 Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang. “Saat dibawa ke rumah sakit ini, kondisi bocah berusia 8 tahun itu sangat memprihatinkan. Luka kulit yang melepuh akibat disiram air panas mencapai 30 persen. Selain itu, ada luka lain akibat kekerasan. Misalnya, ada luka bekas ikatan di kaki dan tangan korban,” ujar Farid Armansyah di RS Bhayangkara Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (20/9). Farid mengungkapkan, selama tinggal di rumah orangtua angkat, MD pun kekurangan asupan gizi. Bahkan, saat dilarikan ke rumah sakit Polri itu, MD juga kekurangan darah. Kondisi ini membuat tim medis memberikan transfusi darah untuk menyelamatkan MD. Selain itu, pihak medis pun memberikan aupan gizi untuk memulihkan kesehatan MD. “Saat ini, kondisi korban sedang memasuki masa pemulihan. Kendati demikian, penanganan medis terus dilakukan. Setiap saat, dokter dan perawat selalu mengontrol kondisi MD. Semoga MD cepat sembuh. Kita juga berusaha menyembuhkan traumatik korban pascadisiksa oleh orangtua angkatnya,” sebutnya. Arnold H Sianturi/FER Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu