Terdorong Inflasi Rendah, BI Lihat Peluang Penurunan Bunga Kredit

Rimanews – Bank Indonesia menilai laju inflasi hingga Maret 2016 masih menunjukkan tren positif sehingga akan memberikan ruang bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga dana dan juga bunga kredit. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat (01/04/16), mengatakan laju inflasi Maret 2016 yang secara tahunan sebesar 4,42 persen berada dalam rentang yang aman. Baca Juga Bahan Makanan Jadi Penyumbang Inflasi Akhir Tahun BPS: Inflasi November Mencapai 0,47 Persen Pelabuhan di bawah Pelindo I siap hadapi natal Laju inflasi tahunan itu masih di bawah asumsi pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar 4,7 persen dan dalam radar proyeksi Bank Indonesia di tiga-lima persen. Menurut Mirza, jika laju inflasi tahunan terus berada di bawah 4,5 peren, peluang penurunan suku bunga dana, dan suku bunga kredit perbankan, semakin lebar. “Kalau bicara suku bunga kredit, pasti di atas suku bunga dana. Jadi kalo kita bicara suku bunga, faktor utama pasti inflasi yang harus terus dijaga,” ujarnya. Pada Maret 2016, seperti dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan sebesar 0,19 persen. Sementara, inflasi Januari-Maret 2016 adalah 0,61 persen dan inflasi tahunan (year on year) mencapai 4,42 persen. Perhitungan survei BI sebelumnya justeru inflasi Maret 2016 sebesar 0,28 persen atau lebih tinggi dibanding realisasi terkini. Meskipun realisasi laju inflasi Maret 2016 rendah, kata Mirza, tekanan dari harga barang bergejolak (volatile food) masih membayangi sepanjang April 2016. Hal itu tidak terlepas dari momentum konsumsi tinggi pada Ramadhan 2016 yang semakin dekat. Sementara, Mirza melihat tekanan dari harga barang yang diatur pemerintah (administered prices) akan menurun pada April 2016, menyusul kebijakan pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Adapun bunga kredit perbankan, menurut laporan uang beredar dalam arti luas (M2) BI, sebesar 12,79 persen pada Februari 2016. Selain laju inflasi yang semakin terjaga, Mirza menilai bank bisa menurunkan bunga kreditnya asalkan likuditas perbankan terus terjaga. Selain itu, perbankan juga harus bisa menurunkan biaya operasional (overhead cost) dan risiko kredit bermasalah. Seperti diketahui Otoritas Jasa Keuangan berjanji akan mengeluarkan paket insentif pada Maret 2016 ini, bagi perbankan yang bisa meningkatkan efisiensinya. “Memang ada jarak, dari pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan BI sejak Desember 2015, dampaknya tidak langsung ke penurunan suku bunga kredit,” ujar Mirza. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Bank Indonesia , Kredit , inflasi , Ekonomi , bisnis

Sumber: RimaNews