Presiden Baru Tak Perlu Hapus Semua Program Pembangunan SBY

Suara.com – Pergantian kepemimpinan nasional usai Pemilu 2014 diyakini tidak akan menghapuskan program-program pembangunan yang telah dijalankan oleh pemerintahan SBY. Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengatakan, program pembangunan tetap berkesinambungan meski terjadi pergantian pemerintah. Salah satu contohnya adalah program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Menurut Firmanzah, SJSN ini diinisiasi sejak pasca reformasi dan resmi diundangkan dan disahkan di era kepemimpinan Megawati Soekarnoputri. Namun, kini SJSN ini telah berhasil direalisasikan secara bertahap mulai awal 2014 di era kepemimpinan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. “Realita ini menepis pandangan yang mengkhawatirkan tidak berkesinambungnya sejumlah program yang telah berjalan selama ini, seperti MP3EI, sistem logistik nasional, pengentasan kemiskinan, keep buying policy, pemberantasan korupsi, industrialisasi, hilirisasi dan lain sebagainya,” papar Firmanzah, seperti dilansir di laman Setkab.go.id, Senin (3/3/2014). Kata dia, program pembangunan yang mengedepankan kepentingan seluruh masyarakat ini merupakan prioritas bagi siapapun pemimpin di era-era selanjutnya. “Komitmen dan konsistensi ini terlihat jelas dalam program perlindungan sosial SJSN dimana salah satu programnya yakni Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu perlindungan sosial terbesar di dunia dengan 121 juta jiwa penerima manfaat,” ungkap Firmanzah. Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang akan dilanjutkan dengan suksesi kepemimpinan nasional, sejumlah pihak menyangsikan kelanjutan program-program pembangunan yang selama ini telah berjalan dengan baik, dan menuai hasil yang positif. Mereka beranggapan Presiden yang baru akan mengeluarkan program-program baru dan menghapuskan program-program pemerintahan sebelumnya. “Pergantian kepemimpinan nasional tidak akan otomatis menghapuskan program-program pembangunan yang telah sukses dijalankan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sejarah telah membuktikan itu,” tegas Firmanzah.

Sumber: Suara.com