Ini Alasan Polri Hentikan Ibadah di Bandung

Jakarta – Mabes Polri angkat bicara soal insiden acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar di Gedung Sabuga, Jalan Tamansari Kota Bandung, dengan menghadirkan pendeta Stephen Tong, terpaksa berakhir dini, Selasa (6/12) malam waktu setempat yang dihentikan karena diinterupsi oleh massa. ”Memang ada kebaktian di lapangan Sabuga ITB Selasa. Itu dilakukan dua kali, sore hari jam 15.00-17.00 WIB, enggak sampai 100 orang peserta yang dilakukan oleh KKR. Pada kegiatan pertama jam 15.00-17.00 WIB berlangsung lancar damai tidak ada insiden,” kata Karo Penmas Polri Kombes Rikwanto di Mabes Polri Rabu (7/12). Lalu, Rikwanto melanjutkan, saat pukul 19.00 WIB, masalah mulai muncul. Menurut Rikwanto ada massa yang mengatasnamakan Pembela Ahlus Sunnah (PAS) dan Dewan Dakwah Islam (DDI) memprotes kegiatan itu. ”Mereka bawa massa, hampir 300 orang, tetapi sebelum insiden, Polres Bandung melakukan mediasi dengan gereja dan ormas. Hasilnya disepakati kegiatan malam itu dihentikan karena syarat administratif belum dipenuhi dan dilanjutkan hari berikutnya,” tambah Rikwanto. Menurut perwira menengah ini tidak ada insiden saling memukul. Para pihak sudah sepakat tidak ada masalah selanjutnya. ”Jadi bukan dibubarkan, tetapi dihentikan karena tidak penuhi syarat,” kata Rikwanto. Namun, Rikwanto tidak memerinci syarat apa yang belum dipenuhi penyelenggara KKR tersebut. Farouk Arnaz/YUD BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu