18 Provinsi Semarakkan Parade Budaya Lintas Etnis di Kalimantan Tengah

Rimanews- Puluhan suku besar dari 18 provinsi di Indonesia mengikuti parade budaya lintas etnis yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah. Kegiatan ini membuktikan ternyata masyarakat dari berbagai etnis di Nusantara ini telah ada dan kondisi provinsi ini tetap harmonis. “Perbedaan merupakan kekayaan bangsa ini sehingga harus tetap dilestasikan. Dan, saya berharap keharmonisan dan saling menghormati antar etnis maupun agama di Kalteng tetap terjaga,” kata Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran usai membuka parade Budaya Lintas di Palangka Raya, Rabu. Baca Juga Aksi “Kita Indonesia” Pembelaan Parpol untuk Ahok Novanto di Aksi 412: Presiden & Wapres Harus Kita Pertahankan NasDem Bantah Bagi-Bagi Uang di Aksi 412 Megawati Larang Kader PDIP Hadiri Parade Budaya 412 Tak Ada Orasi Politik di Parade Budaya 412 Parade budaya lintas etnik tersebut diikuti Barisan Pertahanan Adat Dayak (Batamad), dan Gerakan Mandau Talawang Pancasila Kalteng, Toraja dan Luwu dari Sulawesi Selatan, Banjar, Sriwijaya, Brawijaya dan suku Jawa dari Yokyakarta. Selain itu, turut mengikuti suku Batak dari Sumatera Utara, Saiyo Sakato Sumatera Barat, Suku Bali, Lembur Kuring asal Jawa Barat, Puri Pasak Bumi, komunitas seni Darma Bankri dan Pelangi nusantara. “Saya mengapresiasi parade budaya lintas etnis kali ini lebih meriah dan bervariatif dibandingkan tahun 2013. Saya berharap tahun depan akan lebih meriah dan pesertanya semakin banyak,” demikian Wagub Kalteng. Kepala Disbudpar Provinsi Kalteng Yuel Tanggara mengatakan tujuan parade diselenggarakan sebagai upaya pengembangan budaya nusantara terutama mengenalkan budaya etnis nusantara yang ada di Kalteng kepada masyarakat. Kegiatan ini telah dilaksanakan setipa tahunnya namun baru kali ini digelar dalam rangka HUT RI. Sebelumnya, dilanjutkannya, kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan Pawai Isen Mulang ketika HUT Kalteng. “Melalui kegiatan ini, kami berharap kaum muda-mudi di Kalteng mengetahui dan tetap menjaga keharmonisan keberagaman kebudayaan di Indonesia,” kata Yuel. Kadisbudpar Kalteng itu mengakui parade tersebut minim sosialisasi, sehingga hanya diikuti berbagai suku dari 18 provinsi di Indonesia. Namun, dengan bantuan dari berbagai pihak kegiatan ini tetap meriah dan banyak dilihat masyarakat. “Baru kali ini digelar dalam rangka HUT RI, karena sebelumnya dilaksanakan bersamaan dengan Pawai Isen Mulang ketika HUT Kalteng. itu yang membuat kurangnya sosialisasi,” demikian Yuel. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Parade Budaya , kalteng , Achmad Diran , seni-sastra , Budaya

Sumber: RimaNews