Kasus Salim Kancil, Menteri: Jangan Cuma Untungkan Kades

Suara.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar menyayangkan kasus pembunuhan Salim Kancil, aktivis sekaligus petani yang dirugikan akibat penambangan pasir di sekitar pantai Desa Selo Awr-awar, Lumajang, Jatim. Dia menyatakan, kasus pembunuhan ini membuktikan pengelolaan sumber daya alam desa tidak dikelola baik dan hanya menguntungkan kepala desa. “Jangan sampai ada pengelolaan SDA seperti pertambangan yang hanya menguntungkan kepala desa saja,” ujar Menteri Marwan seperti rilis yang dterima suara.com , Selasa (6/10/2015). Pengelolaan SDA, seperti pertambangan, menurut Marwan, harus dikelola secara bersama agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. “Pengelolaan SDA seperti pertambangan bisa dikelola secara bersama oleh Masyarakat melalui BUMDes, ataupun usaha kelompok lainnya yang difasilitasi oleh pemerintahan desa, sehingga manfaatnya juga bisa dirasakan bersama,” tandasnya. Salim Kancil merupakan petani yang vokal menolak kegiatan penambangan pasir di Desa Selo Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kapolres Lumajang Ajun Komisaris Besar Fadly Munzir Ismail mengatakan pembunuhan itu dilatarbelakangi perselisihan antara para petani yang produksi pertaniannya rusak akibat kegiatan penambangan dan warga yang mencari nafkah dengan menambang pasir. Menurutnya, sekelompok warga propenambangan pasir diduga menganiaya Salim, dikenal sebagai Salim Kancil pada Sabtu pagi (26/9/2015). Selain Salim, beberapa orang diduga menganiaya Tosan, petani yang juga menentang aktivitas penambangan pasir. Tosan luput dari maut dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Sumber: Suara.com