Golkar Kubu Agung Emoh Kemenangannya Disebut Prematur

Rimanews – Mahkamah Partai Golkar (MPG) telah membacakan amar putusan sengketa dualisme kepengurusan pusat partai. Empat hakim MPG menerima permohonan Agung Laksono dan menerima kepengurusan DPP hasil Munas Jakarta kendati hanya sampai 2016. Kubu Agung bersuka cita menyambut amar putusan MPG. Mereka menolak jika klaim kemenangan ini disebut kegembiraan prematur. Baca Juga Adu Jotos Golkar KPK Tetapkan Anggota DPR Golkar Tersangka Baku Hantam Sesama Kader Golkar, Novanto: Hanya Salah Paham Buntut “Kita Indonesia”: Kronologi Pemukulan Sesama Anggota Golkar Polisi Panggil Yorrys Terkait Pemukulan Fayakhun Andriadi “Bukan prematur tapi hanya sedikit kemenangannya tidak sepenuhnya kita dimenangkan, gitu saja,” kata Wakil Ketua Umum DPP Golkar hasil Munas Jakarta Priyo Budi Santoso ditemui usai sidang putusan MPG di Kantor DPP Golkar Slipi Jakarta Barat, Selasa (3/3). Dia menginginkan MPG mengesahkan kemenangan kubu Agung secara sempurna sehingga kepengurusan DPP hasil Munas Ancol berlangsung utuh 5 tahun hingga 2019. Namun, kata Priyo, kubu Agung mematuhi putusan MPG yang mengamanatkan untuk menggelar Munas selambat-lambatnya Oktober 2016. Priyo mengklaim dalam pembacaan amar putusan, empat hakim MPG satu suara menyatakan penyelenggaraan Munas Bali tidak demokratis. Menurut dia, itulah yang menjadi dasar bagi dua hakim MPG, Andi Matalatta dan Djasri Marin, dengan tegas memenangkan DPP Golkar hasil Munas Ancol. “Yang penting hari ini kabar gembira MPG dalam amar putusannya mengesahkan kepengurusan kami,” ujarnya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : golkar , MPG , Proyo , Munas Jakarta , Agung Laksnono , Ical , politik , Nasional

Sumber: RimaNews