Andik Lanjutkan Proses Pemulihan

TERAPI: Andik Vermansyah menjalani physiotherapy di kampus Esa Unggul, Jakarta, kemarin (21/12). Andik mengalami cedera saat laga final AFF putaran pertama melawan Thailand di Stadion Pakansari, Cibinong. BERITA TERKAIT Gagal di Piala AFF 2016, Bepe Kena Maki Riedl Gemar Dokumentasi dengan Wartawan Sibuknya Agenda Timnas Indonesia pada 2017 Lilipaly Tulis Pesan di Instagram untuk Sepakbola Indonesia, Ini Bunyinya INDOPOS.CO.ID – Ekspresi wajah Andik Vermansah sangat datar. Seluruh badannya dibiarkan tertopang penuh dinding beton bercat putih yang sudah mulai usang. Dan, kakinya selonjoran di atas tempat tidur kayu yang dilengkapi matras berwarnah merah marun di atasnya, Sudah dua hari ini ruangan fisioterapi di kampus Esa Unggul Jakarta itu jadi “rumah” baru bintang tim nasional Indonesia tersebut. Di atas tempat tidur kayu itu, Andik berjuang melawan cedera Posterior Cruciate Ligament (PCL). Secara sederhana, PCL bisa disebut robeknya otot lutut. “Ini cedera terparah sepanjang karir saya,” kata Andik yang mengalami cedera tersebut saat tampil di first leg final Piala AFF 2016 (14/12). Telah banyak atlet, kata Andik, yang sembuh setelah diterapi di Esa Unggul. Karena itu, pemain Selangor FA yang mulai melejit saat berkostum Persebaya Surabaya tersebut bertekad untuk disiplin menjalani semua tahapan. “Saya optimistis akan jadi salah satu pasien yang sukses melawan cedera ini,” tegasnya. Setiap hari, selama 90 menit, didampingi fisioterapis Esa Unggul Victor Sera Nanga, Andik menjalani enam tahap pemulihan (lihat grafis). Sejumlah alat yang digunakan sangat sederhana. Seperti, bantal kecil sebagai penopang lutut. Juga, seutas karet sepanjang satu meter dengan lebar sekitar 10 cm untuk menguatkan otot dalam bagian lutut Andik yang robek. Rencananya, dia akan melakoni masa terapi itu selama dua pekan ke depan. Selanjutnya dia akan melakoni tes magnetic resonance imaging (MRI) untuk kali kedua. Tes sebelumnya dia jalani sehari setelah cedera. “Tes MRI kedua nanti yang akan menentukan apakah untuk penyembuhan cedera nanti saya harus menjalani operasi atau tidak,” katanya. Kabar yang menggembirakan Andik, proses terapi itu bisa dia lanjutkan di Surabaya sehingga dekat dengan keluarga. Sebab, ada fisioterapis lulusan Esa Unggul yang membuka praktik di Kota Pahlawan. Pemain 25 tahun itu berencana mudik hari ini. Sehari kemudian dia berencana ziarah ke makam neneknya di Jember yang meninggal sehari sebelum melakoni first leg semifinal Piala AFF 2016 (1/12). Lantas, siapa yang menanggung semua biaya proses penyembuhan? Andik menyebutkan bahwa Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi sudah berkomitmen menanggung semua ongkos terapi. “Sungguh saya sangat berterimakasih dengan perhatian dari ketua umum,” katanya. Sementara itu, Victor mengatakan, cedera Andik masih tergolong ringan. Sehingga, untuk bisa sembuh, tidak perlu melewati tahap operasi. “Karena otot yang mengalami kerobekan hanya sedikit,” kata pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur itu. “Tapi, dengan catatan, Andik harus disiplin mengikuti terapi,” lanjutnya. Menurut dia, sebelum Andik, ada banyak pemain eks Timnas yang mengalami cedera pada bagian lutut dan tetap bisa kembali bermain bola setelah mengikuti terapi di Esa Unggul. Misalnya Hamka Hamzah, Zulkifli Syukur, dan Zulham Zamrun. “Jadi, Andik tidak perlu khawatir,” kata Victor menguatkan mental pasiennya itu. (ben/ttg/JPG)

Sumber: Indopos